10 Profesi dengan tingkat stres tinggi

Pialang saham atau tenaga penjual ternyata bukan pekerjaan dengan tingkat stres tertinggi. mau tau apa saja? klik judul di atas !

Empat Kiat Mengatasi Bibir Kering dan Pecah-pecah

Bibir pecah-pecah adalah permasalahan yang kerap menyerang wanita. mau tau cara mengatasinya? baca selengkapnya! klik judul di atas.

Keindahan Sungai di atas Sungai

Keindahan sungai di atas sungai.. penasaran? baca selengkapnya. klik judul!

Kolam renang berbentuk resleting

Dengan bertambahnya tahun dan banyaknya pemikiran-pemikiran gila, semakin banyak orang yang mengekspor imajinasinya. walaupun aneh,namun hal ini memiliki keunikan yang sangat di gemari. ingin lihat kumpulan fotonya ? klik saja judulnya!

Kolam Renang Unik Berenang Tanpa Basah

Di dalam kolam renang tak basah. gak percaya? lihat kumpulan fotonya. klik judulnya!

Sabtu, 04 Juni 2011

Google Wallet Diluncurkan

NEW YORK, KOMPAS.com — Google Inc meluncurkan layanan mobile payment yang diberi nama Google Wallet, Kamis (26/5/2011). Layanan tersebut akan tersedia di ponsel dari Sprint Nextel Corp. Layanan ini memungkinkan pemilik telepon membayar dan mencairkan kupon lewat ponsel dengan sistem operasi Android.

Teknologi itu tersedia di ponsel Android Nexus S dari Sprint, operator nirkabel terbesar ketiga di Amerika Serikat. Google menggunakan teknologi yang disebut komunikasi jarak dekat atau near field communication (NFC). Teknologi ini memungkinkan pengguna membayar lewat ponsel di kasir yang dilengkapi dengan NFC.

Google akan meluncurkan layanan ini di lima kota, New York, San Francisco, Los Angeles, Chicago, dan Washington DC.

Borrell Associates Inc memperkirakan, belanja lewat kupon mobile di AS bakal naik jadi 6,53 miliar dollar AS tahun 2014 dibandingkan tahun lalu 370 juta dollar AS.

Google menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak dari beberapa perusahaan, seperti VeriFone Systems Inc dan ViVOtech Inc, untuk menjalankan layanan.

Linux Masih Dianaktirikan

KOMPAS.com — Meski telah terus berkembang sebagai sistem operasi alternatif yang bisa didapat gratis, sistem operasi Linux masih mengalami diskriminasi. Masyarakat pengguna komputer tak kunjung mengetahui potensinya karena media massa, misalnya, tidak meletakkan Linux sebagai bahasan dibanding, misalnya, perangkat setiap saat ditayangkan. Padahal, Linux sudah berkembang amat maju dan memecahkan banyak kendala atas kebutuhan sistem operasi yang murah, bahkan gratis, mudah, dan produktif.



Hal itu ditegaskan praktisi Linux, aktivis Komunitas Linux Arek Malang (Kolam) Jawa Timur, Dandy Prasetya Adi, Minggu (29/5/2011) di Malang. Media massa tidak dapat dijadikan ukuran kemajuan pengembangan perangkat lunak karena perangkat lunak itu sendiri, apalagi Linux sebagai perangkat lunak sistem operasi, tidak mendapatkan porsi liputan memadai.

Sementara sebenarnya, dengan kemajuan yang dialami Linux, termasuk Linux versi Indonesia yang sudah amat maju bernama Blank-on, atau boleh disebut Linux Blangkon, konsumen komputer sudah dapat menikmati harga komputer yang lebih murah, tanpa perlu khawatir dengan ancaman hukum penggunaan perangkat lunak bajakan.

Ketua Komunitas Linux Universitas Islam Negeri (UIN) Malang Fajar Rizqi Saputra mengatakan, Blank-On telah secara resmi digunakan pada komputer di kantor-kantor Pemerintah Kabupaten Malang. Sebanyak 400 komputer di lingkungan dinas dan instansi Pemkab Malang telah diimigrasikan dari Windows ke Linux distro Blank-on.  
"Alasannya sederhana, karena sistem operasi Windows mahal. Biaya akan bertambah jika menggunakan perangkat lunak pengolah kegiatan perkantoran seperti Word, Excell, dan lain-lain. Untuk sebuah komputer diperlukan biaya hingga jutaan rupiah. Bakal memerlukan anggaran sangat besar jika harus membiayai 400 komputer," katanya.

Saat ini nyaris sebagian besar perangkat lunak untuk kegiatan produktif sudah tersedia padanannya dalam sistem operasi Linux. Misalnya MS Office pada Windows dengan Open Office pada Linux, Photoshop pada OS Windows dengan GIMP pada Linux. Ada banyak sekali perangkat lunak yang sudah ada alternatifnya.
Di Indonesia, penindakan hukum terhadap kegiatan pembajakan perangkat lunak berbayar masih amat rendah sehingga konsumen komputer masih memutuskan menggunakan perangkat lunak bajakan. Ini menjadikan secara nasional negara dirugikan karena Indonesia tak kunjung lepas dari statusnya sebagai lokasi suburnya pembajakan. Padahal, dengan Linux sesungguhnya sudah ada jawaban.

Menurut Putera, kampanye masih harus terus didorong demi memandirikan pengguna komputer dan TI (teknologi informasi) di dalam negeri.

Kamis, 19 Mei 2011

Ilmuwan Klaim Surga Hanyalah Dongeng

INILAH.COM, London - Ilmuwan nyentrik Stephen Hawking yang terkenal karena pernyataan pro dan kontranya mengklaim surga hanyalah dongeng dan tak pernah ada. Seperti apa?
Hawking menyebutkan, pada dasarnya surga dan kehidupan setelah kematian merupakan karangan bohong dari orang-orang yang sebenarnya takut mati. Merujuk ilmu pasti yang dimilikinya, Hawking menyatakan, otak berhenti bekerja ketika mati.

“Otak seperti komputer, komputer berhenti jika komponennya rusak,” ujarnya.
"Tak ada surga atau kehidupan setelah kematian bagi komputer-komputer rusak itu, lanjutnya. Surga hanyalah cerita bohong orang yang takut kegelapan," lanjutnya lagi.

Hawking menyakan, hal ini makin memperkuat teorinya mengenai semesta dibuat tanpa campur tangan Tuhan. Menurutnya seperti dikutip Guardian, alam semesta sudah ada sejak dulu dan berjalan dengan sendirinya.
Sebelumnya, Hawking sangat yakin, di masa depan, manusia bisa dengan mudah pergi dari masa lalu ke masa depan atau sebaliknya menggunakan mesin waktu yang akan segera tercipta.

Mau Konsultasi Dokter? Besok Saja....Gratis Lho!

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --- Dalam rangka memperingati Hari Bakti Dokter Indonesia pada 20 Mei 2011, Ikatan Dokter Indonesia melakukan pembebasan jasa konsultasi medik. Pembebasan biaya jasa konsultasi medik ini dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia pada tanggal 20 Mei 2011.
Sekretaris Jenderal Pengurus Besar IDI, Slamet Budiarto memaparkan bahwa pembebasan jasa medik dilakukan di praktik pribadi. Sedangkan praktek rumah sakit diharapkan menyumbangkan jasa mediknya.

''Sumbangan jasa medik tersebut nantinya akan disalurkan dalam bentuk kegiatan sosial,''  tutur Slamet saat temu wartawan di Jakarta, Kamis (19/5). Kegiatan sosial ini akan dilakukan di IDI tingkat cabang, IDI tingkat wilayah, dan juga di tingkat pusat.

Kegiatan sosial ini diharapkan dapat  menumbuhkan, mengembangkan, dan membina gerakan dokter bangun bangsa. Hal ini sebagai revitalisasi peran dokter agar para dokter Indonesia dapat memberi kontribusi yang bermakna dalam proses pembangunan bangsa. 

Rabu, 18 Mei 2011

Inilah Orang Pertama Dunia Sembuh dari AIDS

INILAH.COM, San Fransisco – Dokter mengatakan, pria 45 tahun di California ini mungkin menjadi orang pertama yang sembuh dari AIDS. Ini diketahui dari gen kebal HIV miliknya. Seperti apa?

inilah orang pertama yang sebung dari AIDS

Timothy Ray Brown diketahui positif HIV (human immunodeficiency virus) pada 1995. Kini, ia masuk jurnal ilmiah sebagai orang pertama yang berhasil ‘menghapus’ virus HIV dari tubuhnya secara sepenuhnya. Dokter menyebut kondisi ini ‘penyembuhan fungsional’.
Pada 2008, Brown tinggal di Berlin dan mengidap HIV dan leukemia. Di sana, ilmuwan melakukan cangkok tulang sumsum untuk mengobati leukemianya. Ilmuwan mengatakan, Brown mendapat sumsum dari donor yang termasuk dalam 1% Caucasia kebal HIV.
“Saya berhenti berobat HIV di hari saya mendapat transplan itu,” papar pria yang dijuluki ‘Pasien Berlin’ itu.
Peneliti AIDS Dr Jay Levy dari University of California, San Fransisco (UCSF) mengatakan, kasus Brown membuka pintu ‘riset penyembuhan’.
Namun, dokter menekankan, prosedur radikal Brown mungkin tak cocok dengan penderita HIV lain karena sulitnya cangkok sumsum dan menemukan donor yang sesuai.
“Tentunya Anda tak mau melakukan cangkok ini karena risiko kematiannya,” ungkap Paul Volberding dari UCSF.
Banyak pertanyaan mengenai pengobatan Brown tak terjawab, lanjutnya. “Satu elemen pengobatannya nampaknya memungkinkan virus keluar dari tubuhnya,” lanjutnya lagi.
Hal ini akan menjadi studi yang menarik, tutupnya.

Radiasi Ponsel Sebabkan kematian Koloni Lebah

Dari sebuah studi yang dilakukan
 selama 3 tahun terakhir
,empat dari delapan spesies kumbang
 yang diamati mengalami penurunan populasi
hingga 96 persen. (corbis.com)
VIVAnews - Transmisi telepon seluler (ponsel) kemungkinan besar mengakibatkan kematian  sejumlah lebah di seluruh dunia yang selama ini menjadi misteri di kalangan ilmuwan. Kesimpulan tersebut didapat dari studi yang dilakukan oleh Daniel Favre, peneliti asal Swiss Federal Institute of Technology, Lausanne, Swiss.

Pada penelitian, Favre menempatkan ponsel di bawah sarang lebah lalu memantau reaksi para lebah pekerja selama beberapa waktu. Ternyata, lebah bisa mendeteksi saat ponsel itu melakukan ataupun menerima panggilan. Mereka kemudian merespons dengan mengeluarkan suara mencicit bernada tinggi yang umumnya menandakan dimulainya kerumunan lebah.

“Penelitian ini menunjukkan bahwa hadirnya ponsel yang aktif mengganggu aktivitas para lebah dan menghasilkan efek yang dramatis,” kata Favre, seperti dikutip dari Daily Mail, 18 Mei 2011.

Favre yakin bahwa temuan ini merupakan bukti dari perkiraan para ilmuwan sebelumnya bahwa sinyal dari ponsel berkontribusi terhadap penurunan jumlah lebah madu. Namun demikian, Favre menyebutkan, masih banyak penelitian yang perlu dilakukan untuk membantu mengonfirmasikan hubungan antara sinyal ponsel dan musnahnya koloni lebah yang telah memangkas populasi hewan tersebut.

Sebelum Favre, Juni lalu, peneliti lain juga melakukan penelitian dan menghasilkan kesimpulan serupa. Ia mencatat penurunan populasi sarang lebah yang dipasangi ponsel dan terjadi penurunan jumlah telur yang dihasilkan ratu lebah di dalam sarang tersebut.

Dari sebuah studi yang dilakukan selama tiga tahun terakhir terhadap delapan spesies kumbang di Amerika Serikat, diketahui bahwa empat dari delapan spesies kumbang itu mengalami penurunan populasi hingga 96 persen dan kawasan penyebarannya telah menyusut antara 23 sampai 87 persen.

“Saat ini ada 50 spesies kumbang di kawasan Amerika Utara, dan dari 8 spesies yang kami amati, empat di antaranya mengalami masalah besar,” kata Sydney Cameron, profesor entomologi dari University of Illinois yang mengetuai penelitian. “Mereka bisa saja pulih dari ancaman kepunahan, namun sebagian dari mereka memiliki peluang yang kecil. Namun kami hanya baru meneliti delapan di antaranya. Kemungkinan besar ini hanya seperti puncak dari gunung es,” ucapnya.