10 Profesi dengan tingkat stres tinggi

Pialang saham atau tenaga penjual ternyata bukan pekerjaan dengan tingkat stres tertinggi. mau tau apa saja? klik judul di atas !

Empat Kiat Mengatasi Bibir Kering dan Pecah-pecah

Bibir pecah-pecah adalah permasalahan yang kerap menyerang wanita. mau tau cara mengatasinya? baca selengkapnya! klik judul di atas.

Keindahan Sungai di atas Sungai

Keindahan sungai di atas sungai.. penasaran? baca selengkapnya. klik judul!

Kolam renang berbentuk resleting

Dengan bertambahnya tahun dan banyaknya pemikiran-pemikiran gila, semakin banyak orang yang mengekspor imajinasinya. walaupun aneh,namun hal ini memiliki keunikan yang sangat di gemari. ingin lihat kumpulan fotonya ? klik saja judulnya!

Kolam Renang Unik Berenang Tanpa Basah

Di dalam kolam renang tak basah. gak percaya? lihat kumpulan fotonya. klik judulnya!

Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Mei 2011

Ilmuwan Klaim Surga Hanyalah Dongeng

INILAH.COM, London - Ilmuwan nyentrik Stephen Hawking yang terkenal karena pernyataan pro dan kontranya mengklaim surga hanyalah dongeng dan tak pernah ada. Seperti apa?
Hawking menyebutkan, pada dasarnya surga dan kehidupan setelah kematian merupakan karangan bohong dari orang-orang yang sebenarnya takut mati. Merujuk ilmu pasti yang dimilikinya, Hawking menyatakan, otak berhenti bekerja ketika mati.

“Otak seperti komputer, komputer berhenti jika komponennya rusak,” ujarnya.
"Tak ada surga atau kehidupan setelah kematian bagi komputer-komputer rusak itu, lanjutnya. Surga hanyalah cerita bohong orang yang takut kegelapan," lanjutnya lagi.

Hawking menyakan, hal ini makin memperkuat teorinya mengenai semesta dibuat tanpa campur tangan Tuhan. Menurutnya seperti dikutip Guardian, alam semesta sudah ada sejak dulu dan berjalan dengan sendirinya.
Sebelumnya, Hawking sangat yakin, di masa depan, manusia bisa dengan mudah pergi dari masa lalu ke masa depan atau sebaliknya menggunakan mesin waktu yang akan segera tercipta.

Rabu, 18 Mei 2011

Radiasi Ponsel Sebabkan kematian Koloni Lebah

Dari sebuah studi yang dilakukan
 selama 3 tahun terakhir
,empat dari delapan spesies kumbang
 yang diamati mengalami penurunan populasi
hingga 96 persen. (corbis.com)
VIVAnews - Transmisi telepon seluler (ponsel) kemungkinan besar mengakibatkan kematian  sejumlah lebah di seluruh dunia yang selama ini menjadi misteri di kalangan ilmuwan. Kesimpulan tersebut didapat dari studi yang dilakukan oleh Daniel Favre, peneliti asal Swiss Federal Institute of Technology, Lausanne, Swiss.

Pada penelitian, Favre menempatkan ponsel di bawah sarang lebah lalu memantau reaksi para lebah pekerja selama beberapa waktu. Ternyata, lebah bisa mendeteksi saat ponsel itu melakukan ataupun menerima panggilan. Mereka kemudian merespons dengan mengeluarkan suara mencicit bernada tinggi yang umumnya menandakan dimulainya kerumunan lebah.

“Penelitian ini menunjukkan bahwa hadirnya ponsel yang aktif mengganggu aktivitas para lebah dan menghasilkan efek yang dramatis,” kata Favre, seperti dikutip dari Daily Mail, 18 Mei 2011.

Favre yakin bahwa temuan ini merupakan bukti dari perkiraan para ilmuwan sebelumnya bahwa sinyal dari ponsel berkontribusi terhadap penurunan jumlah lebah madu. Namun demikian, Favre menyebutkan, masih banyak penelitian yang perlu dilakukan untuk membantu mengonfirmasikan hubungan antara sinyal ponsel dan musnahnya koloni lebah yang telah memangkas populasi hewan tersebut.

Sebelum Favre, Juni lalu, peneliti lain juga melakukan penelitian dan menghasilkan kesimpulan serupa. Ia mencatat penurunan populasi sarang lebah yang dipasangi ponsel dan terjadi penurunan jumlah telur yang dihasilkan ratu lebah di dalam sarang tersebut.

Dari sebuah studi yang dilakukan selama tiga tahun terakhir terhadap delapan spesies kumbang di Amerika Serikat, diketahui bahwa empat dari delapan spesies kumbang itu mengalami penurunan populasi hingga 96 persen dan kawasan penyebarannya telah menyusut antara 23 sampai 87 persen.

“Saat ini ada 50 spesies kumbang di kawasan Amerika Utara, dan dari 8 spesies yang kami amati, empat di antaranya mengalami masalah besar,” kata Sydney Cameron, profesor entomologi dari University of Illinois yang mengetuai penelitian. “Mereka bisa saja pulih dari ancaman kepunahan, namun sebagian dari mereka memiliki peluang yang kecil. Namun kami hanya baru meneliti delapan di antaranya. Kemungkinan besar ini hanya seperti puncak dari gunung es,” ucapnya. 

Rabu, 04 Mei 2011

Reaktor Nuklir Inggris Diintai Teroris?

VIVAnews – Kepolisian Inggris menangkap lima orang yang dicurigai terkait aksi terorisme di dekat reaktor nuklir Sellafield di timur laut Inggris. Seperti dilansir CNN, kelima orang tersebut seluruhnya berusia sekitar 20 tahunan dan berasal dari London.

Mereka ditangkap ketika petugas polisi Cumbria Constabulary melakukan pengecekan di fasilitas nuklir itu. Namun pihak kepolisian menegaskan, tidak ada indikasi bahwa tersangka teroris itu memiliki kaitan dengan pimpinan Al-Qaeda Osama bin Laden yang baru tewas di tangan pasukan militer khusus Amerika Serikat di Pakistan.

Polisi menutup jalan di sekitar lokasi fasilitas nuklir ketika penangkapan terjadi. Kelima tersangka teroris itu ditangkap berdasarkan pasal anti-teror. Pasal itu membolehkan kepolisian London menahan tersangka tanpa jaminan selama 48 jam.

Kelima tersangka teroris itu lantas ditahan kepolisian setempat semalaman, dan akan segera dipindahkan ke Manchester untuk diinvestigasi oleh unit anti-teror.

Sementara itu, kepolisian Metropolitan London menggeledah empat rumah di London sehubungan dengan penangkapan kelima teroris itu

Senin, 02 Mei 2011

Dampak Tewasnya Osama Bagi Indonesia

VIVAnews - Pemimpin Jaringan Al Qaeda, Osama bin Laden, tewas di Pakistan. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme,   Ansyaad Mbai mengatakan meninggalnya Osama membawa pengaruh bagi Indonesia.

"Referensi mereka (para pelaku terorisme) untuk melakukan aksi teror pada dasarnya dari fatwa-fatwa  Osama," kata Ansyaad usai mengikuti rapat di Kementerian Politik Hukum dan Keamanan, Senin 2 Mei 2011

Ansyaad mengatakan kematian Osama tidak secara otomatis akan menghentikan aksi teror yang terjadi. "Ya, kita lihat Pepi tidak langsung dengan Osama bin laden tapi bisa terjadi," kata dia

Mengantisipasi aksi teror balasan, Ansyaad mengatakan, pemerintah meningkatkan kewaspadaan terutama di tempat-tempat yang dimungkinkan menjadi target serangan.

Sayangnya Ansyaad enggan menyebut mana saja tempat yang bisa menjadi target. "Kalian sudah tau, lebih tahu dari saya," ucap Ansyaad.

Ansyaad mengatakan, tidak menutup kemungkinan terjadi aksi balas dendam setelah kematian Osama. "Untuk balas dendam aksi-aksi teror temanya balas dendam dari dulu," kata dia. Meski, sambung Ansyaad, aksi yang dilakukan tidak semata-mata terkait dengan Osama.

Dia menambahkan, meninggalnya Osama bukan berarti kewaspadaan berkurang. "Hidup atau mati Osama, tetap harus waspada," ujar Ansyaad. Menurut dia, kelompok teroris, tidak hanya menyasar 'Barat" akan tetapi kelompok mana saja yang dianggap menghambat pencapaian tujuan mereka. "Jangan bedakan barat dan domestik," ujarnya

Dia mencontohkan, sebelum Barat menjadi sasaran, NKRI menjadi sasaran termasuk Presiden SBY yang pernah menjadi sasaran teroris Jatiasih beberapa waktu lalu. "Mana saja yang mereka mungkin dan mampu untuk serang ya mereka serang," katanya.

Pemerintah, kata Ansyaad, telah mengantisipasi terkait kemungkinan aksi teror yang terjadi. "kemungkinan aksi teror tetap ada meski tidak berkaitan dengan Osama bin Laden," ucapnya.

Seperti yang diketahui, Osama tewas dalam operasi gabungan tentara Pakistan dan Amerika. Presiden Amerika, Barack Obama telah memastikan kematian Osama melalui jumpa pers yang digelat di gedung putih.

Jumat, 29 April 2011

Mimpi di Sebuah Halaman Facebook

VIVAnews--Dia mendeskripsikan dirinya sebagai: Constantly changing, Serious Joker, Internet Addict, Human, Egyptian who loves challenging status quo.  Dia adalah Wael Ghonim, kita bisa menemukan deskripsi ini di akun Twitter-nya, @Ghonim.
Pekan lalu anak muda yang menjadi wajah dari revolusi Mesir yang berhasil  menurunkan Presiden Hosni Mubarak dari kekuasaan selama 32 tahun itu, berkunjung di Bay Area, sebutan untuk kawasan di Palo Alto, Mountain View sampai Silicon Valley.  Di sinilah  “rumah” dari perusahaan seperti Twitter, Google, Facebook dan lainnya.

Ghonim mendunia namanya bukan karena ia –sampai dua pekan lalu- adalah eksekutif Google. Dia  membawahi operasi perusahaan mesin pencari di Internet ini untuk wilayah Timur Tengah.  Ghonim dikenal karena dia membuat akun Facebook yang menjadi pemicu mobilisasi kaum muda Mesir untuk menggerakkan mesin revolusi di Mesir.  Revolusi yang dikenal dengan nama Gerakan 25th January itu berhasil melengserkan rejim Hosni Mubarak.

Saya tengah berada di Palo Alto, California, Jumat pagi (21/4) lalu, ketika membaca berita di www.cnn.com soal kunjungan Ghonim ke Bay Area.  Ghonim akan berbicara soal Revolusi dan Masa Depan Mesir di Stanford University. Hari itu saya memang berencana ke Stanford, mengikuti sebuah seminar yang diadakan dalam rangka Earth Day.

Diskusi dengan Ghonim berlangsung Jumat malam itu, di Cubberley Auditorium, School of Education, Stanford.  Hanya berjarak 300-an meter dari tempat seminar yang saya ikuti dalam rangkaian program Eisenhower Fellowships, Bishop Auditorium  Mengenai Eisenhower Fellowships, bisa dibaca di www.efworld.org.

Saya mengikuti perjalanan Revolusi Mesir setiap hari, setiap jam,  lewat Al Jazeera dan CNN selama 18 hari di bulan Januari dan Februari tahun ini.  Sebuah Revolusi yang bahkan AS, sekutu kental rejim Hosni Mubarak, tak pernah menduga.  Sebuah Revolusi 2.0, karena disebarkan lewat media sosial seperti Twitter dan Facebook.

Saya mengikuti  cerita soal Ghonim,  Dia baru saja dinobatkan menjadi salah satu dari 100 orang paling berpengaruh di dunia bersama Presiden Barrack Obama, Oprah Winfrey dan Justin Beiber! Kunjungannya ke AS pun, dengan tujuan utama menghadiri Makan Malam yang diadalan Majalah TIME bagi para orang paling berpengaruh itu.  Saya memutuskan mencoba mendaftar via online ke panitia, Muslim Student Awareness Network (MSAN) Stanford.

Alamat email pendaftaran menunjukkan bahwa Tech Wadi, sebuah perusahaan teknologi di Bay Area menjadi pengundang juga, dan mensponsori acara ini.  Saya jelaskan bahwa saya dari Indonesia, ingin hadir.  Jawabannya saya dapatkan tiga jam kemudian, sekitar tengah hari, ada satu kursi untuk saya.  Alhamdulillah.  Melihat Ghonim dari dekat, tentu pengalaman menarik.
   
Ghonim adalah magnet.  Satu jam sebelum acara yang dimulai pada Pukul 8 malam waktu setempat, auditorium sudah penuh, sebagian berdiri di gang di kiri-kanan deretan kursi.  Auditorium itu memuat sekitar 450an kursi.  Saya termasuk datang paling duluan, karena seminar yang saya ikuti berakhir Pukul 6 sore.  Tiga deretan kursi terdepan diisi oleh warga sekitar California, asal Mesir.  Bapak, Ibu berkerudung, anak-anak mereka, dengan semangat mengisi kursi-kursi terdepan.  “Kami bangga pada Ghonim, dan ingin melihatnya langsung, “ kata seorang ibu yang duduk di sebelah saya, di deretan keempat dari depan.  Dia datang dengan rombongan keluarga besarnya. Lima belasan orang.

Ketika Ghonim memasuki ruangan, semua berdiri memberikan tepuk tangan panjang. Anak muda berambut keriting, berkulit agak gelap, kerap tersenyum ini nampak agak malu.  “Tolong, kamera video dimatikan.  Juga jangan memotret saya.  Saya alergi dengan sorot kamera,” pintanya.  Agak kecewa juga saya, karena sudah menyiapkan dua kaset untuk merekam pembicaraan malam itu.  Apa boleh buat. Tak ada yang mencoba merekamnya dengan kamera video selama acara yang berlangsung dua jam itu, tapi banyak yang tak tahan untuk memotretnya dengan kamera foto. Kapan lagi?

Ketika saya menulis ini, saya mencari tahu berapa usianya.  Ghonim baru 30 tahun! Teringat kembali betapa bijaksana dan rendah hatinya dia ketika menjawab sejumlah pertanyaan dari hadirin di Stanford.  “Terus-terang saya tidak nyaman kalau disebut sebagai wajah Revolusi Mesir.  Saya tak ingin mengambil kredit dari apa yang terjadi. Warga Mesir melakukannya bersama-sama, anak-anak muda yang berani. Saya hanyalah salah satu dari mereka,” kata Ghonim. Dia memakai sweater warna gelap malam itu.  “Nggak usah terlalu serius ya, malam ini saya ingin banyak melontarkan lelucon saja,” kata dia.

Bisa dibayangkan, pertemuan malam itu adalah pertemuan yang kesekian kalinya sejak Revolusi Mesir.  Ghonim sibuk meladeni undangan berbicara.  Pastilah pertanyaan yang harus dia jawab agak mirip dari satu acara ke acara lainnya.  Ghonim memang lucu.  Seperti bio Twitter-nya.  Dia banyak melontarkan lelucon, menyerempet soal politik, yang memancing tawa hadirin.  Sebagian dalam bahasa Arab.  “Bahasa Inggris saya tidak terlalu baik,” katanya.  Tentu dia bercanda.

Dia menjadi serius ketika bicara soal kekuatirannya akan masa depan Mesir pasca Revolusi 25 Januari.  “Tantangan sebenarnya bukan menyingkirkan rejim otoriter Mubarak.  Itu bagian mudah.  Tantangan terbesar adalah memastikan bahwa kehidupan rakyat Mesir menjadi lebih baik setelah rejim berganti, dan demokrasi hadir di negeri saya,” kata Ghonim.

Dia meminta panitia menampilkan halaman Facebooknya, yang menampilkan tulisannya pada 17 Januari 2011.  Dalam bahasa Inggris tertulis judul tulisan itu: My Dream.  Tulisan lengkap dalam bahasa Arab.  Di situ, beberapa hari sebelum Revolusi 25 Januari dimulai, Ghonim menulis, ”Saya ingin bisa bersuara di negeri saya, saya berharap korupsi bisa diberantas di negeri saya, saya ingin para guru memastikan murid-muridnya mencintai belajar.”  “Kita punya mimpi,” lanjut Ghonim. “Hosni Mubarak adalah mimpi buruk bagi kita, dan kita berhasil menyingkirkan mimpi buruk itu, tapi kita masih perlu menggapai mimpi kita,” ujar Ghonim.  Dia nampak serius.  Dan seluruh ruangan terdiam.

Ghonim tak menyembunyikan kekuatirannya.  Revolusi Mesir sejauh ini baru berhasil menurunkan rejim, menurunkan Presiden Hosni Mubarak yang berkuasa sejak tahun 1981.  Tapi setelah euforia gerakan rakyat di lapangan Tahrir, di Alexandria, kini rakyat Mesir mulai resah.  Banyak yang kehilangan pekerjaan.

Setelah lelah mendukung anak-anak muda menurunkan rejim, selanjutnya apa?  “Saya mulai dapat pertanyaan yang bernada menyalahkan, mengapa kami melakukan revolusi? Apa setelah revolusi? Apakah menurunkan Mubarak membuat hidup saya lebih baik?” kata Ghonim.  Jika penggantian rejim dan hadirnya demokrasi tak membawa kebaikan dan manfaat kehidupan yang lebih baik bagi rakyat Mesir, Ghonim kuatir hal ini akan memberikan sinyal buruk bagi upaya meniupkan angin demokrasi dan mengakhiri rejim otoritarian di negara lain.  “Revolusi Mesir sebenarnya diinspirasi oleh rakyat Tunisia.  Kami cemburu pada mereka,” kata Ghonim.
Efek dominonya jelas.  Setelah Tunisia dan Mesir, Yaman, Bahrain, Libya dan Suriah bergolak.  Dua yang terakhir bahkan mengalami pergolakan berdarah yang memprihatinkan dunia.  “Kalau kita gagal meyakinkan rakyat Mesir, maka para diktator akan berkata: Lihat yang terjadi di Mesir,” kata Ghonim.

Bagaimana membantu rakyat Mesir? “Terus-terang saya tidak tahu jawabnya.  Anda yang peduli Mesir saya harapkan membantu.  Ghonim lantas mempersilahkan Dr Ossama Hassanein, pimpinan Tech Wadi untuk menyampaikan sejumlah usulan.  Tech Wadi adalah sebuah perusahaan di Silicon Valley yang melakukan upaya melatih kewirausahaan di Timur Tengah dan Afrika Utara.
Ada sejumlah program yang bisa ditawarkan untuk membantu rakyat Mesir, dari mendorong usaha kecil, membantu pendidikan, sampai kesehatan.  Beberapa orang yang hadir serta-merta menyampaikan niatnya membantu.  “Saya bekerja di Intel.  Apa yang bisa kami lakukan untuk rakyat Mesir?” kata seorang hadirin.

Begitulah suasana malam itu, keinginan kuat bertanya soal seluk-beluk Revolusi Mesir yang dibawa oleh semua yang hadir di sana, seketika luntur, karena ada hal yang lebih penting untuk dilakukan dan dipikirkan, ketimbang mendengar langsung dari mulut Ghonim, mengapa dia melakukan Revolusi Mesir? “Saya sudah menjawab itu berkali-kali,” ujarnya sambil tersenyum.

Malam itu saya merasa berada di tengah kepungan orang-orang Mesir  di AS, yang mendadak disadarkan untuk segera melakukan aksi nyata membantu rakyat Mesir. “Ayo kita buat gerakan membangun desa di Mesir. Anda juga bisa mensponsori pendirian sebuah usaha kecil, atau membiayai pelajar Mesir mendapatkan pendidikan lebih baik,” kata Ghonim.  Dia menggaris bawahi perlunya berkunjung ke Mesir untuk membuktikan bahwa Mesir adalah negara yang aman.  Bangkitnya pariwisata akan mendatangkan pekerjaan bagi rakyat Mesir dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Tak kurang dari 20 pertanyaan dia jawab malam itu. Sekitar 20an orang yang sudah mengantre berdiri di belakang mikrofon terpaksa tak mendapat kesempatan.  Ghonim menjawab pertanyaan soal apakah benar ia sempat dilarang berbicara di Lapangan Tahrir, soal penahanannya selama dua pekan, soal seorang blogger yang masih ditahan militer Mesir, soal minoritas Koptik, kekuatiran Persaudaraan Muslim akan membawa bibit fundamentalisme jika terlibat dalam pemerintahan baru pasca Pemilu, dan banyak lagi.  Seorang hadirin yang mengaku warga Libya meminta pendapat Ghonim, apa yang harus dilakukan rakyat Libya?  Ghonim terdiam.  “Maaf, tak semua pertanyaan saya punya jawabannya,“ kata dia.

Dia punya kharisma.  Agak idealis.  Sosok yang selalu gelisah. Malam itu Ghonim tampil sebagai “leader’. Pemimpin yang menginspirasi.  Tak berhenti di situ, ia juga mengumumkan bakal berhenti sementara dari Google untuk membangun sebuah lembaga swadaya masyarakat, yang bisa mewujudkan impiannya memberi kehidupan yang lebih baik bagi rakyat Mesir. “Saya ingin membagi pengalaman dalam menggunakan teknologi,” kata Ghonim.
Hadirin bertepuk-tangan.  Menurutnya, membantu rakyat Mesir bisa dilakukan oleh siapapun yang peduli, meski tidak punya kelebihan.  Berbagi pengalaman pun bakal membantu.

Ketika acara berakhir, semua berdesakan ingin menyalami, berfoto bersama.  Saya ikut berdesakan, bukan untuk berfoto, tapi menyerahkan sebuah dvd soal Internet Sehat yang dititipkan Dr Onno Purbo,  dan Donny BU, penggagas Internet Sehat, kepada saya sebelum berangkat ke AS.  Malam itu saya kembali ke hotel di Palo Alto naik bis gratis yang meladeni kampus Stanford dan beberapa lokasi di Palo Alto, bersama sejumlah hadirin.  Semua kagum.  Semua terkesima akan kedewasaan Ghonim, dan betapa rendah hatinya dia.

Ghonim membuat semua berpikir, merenung.  Revolusi, menurunkan rejim, bukanlah akhir.  Justru perjuangan sebenarnya baru dimulai.  Ghonim menghibur kami dengan menebar kekuatiran, optimisme, lelucon.  Dia juga mengingatkan pentingnya siap berubah.  Kualitas yang penting bagi seorang pemimpin. Dia mengumumkan perubahan itu, dimulai dari dirinya.  Kita akan melihat Wael Ghonim yang lain.  Di bio akun Facebooknya, dia menulis: Politician. Ups! Semoga ini juga canda.

Kamis, 28 April 2011

Bocah 14 Tahun Didakwa Curi SIM Card Rp10.000


VIVAnews - Deli Suhandi, bocah kelas dua SMP terancam mendapat hukuman penjara tujuh tahun. Dia didakwa mencuri kartu perdana telepon selular seharga Rp10 ribu.

Deli menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Dalam sidang tertutup ini, Deli didakwa dengan dua pasal. Yaitu dakwaan pertama pasal tentang pencurian dan pencurian dengan kekerasan.

"Dakwaan pertama hukuman maksimal tujuh tahun, dan kedua lima tahun," kata pengacara Deli, Supriyadi Sebayang, usai sidang di Pengadilan Negeri Pusat, Kamis 28 April 2011.

Dalam dakwaan jaksa disebutkan, pada 10 Maret 2011, Deli bersama kedua temannya mendatangi counter ponsel milik Ahmad Alfiyan di Jalan Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat. Pada saat itu, kondisi counter tersebut dalam keadaan rusak dengan etalase yang sudah hancur.
"Lalu terdakwa masuk ke dalam counter dan mengambil satu buah kartu perdana XL yang berada di bawah etalase yang telah pecah kacanya," kata Jaksa T Agam sebagamana dikutip dalam dakwaan.

Menanggapi dakwaan itu orangtua Deli sangat kecewa. Ayah Deli sangat berharap anaknya dapat kembali ke bangku sekolah. Saat ini Deli ditahan di rutan Pondok Bambu.

"Harapan saya, pengennya Deli dapat sekolah lagi," kata Ayah Deli, Dede. Sedangkan, Ibu Deli merasa cemas saat mendengar dakwaan jaksa. "Saya harap Deli dibebaskan, jangan dipanggil lagi," kata Ibu Deli Sukini.

Proyek Tol JORR Terkendala Pembebasan Lahan


VIVAnews - Pembangunan jalan tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) akses Tanjung Priok masih menemui kendala pembebasan lahan yang masih sengketa antara PT Pelindo dan ahli waris makam Habib Hasan al Hadad (Mbah Priok).

"Kawasan itu akan jadi jalur masuk dan keluar tol lingkar luar Tanjung Priok. Menjadi jalur truk dari dan menuju pelabuhan," kata Cipto Pramono, General Manager PT Pelindo II Cabang Tanjung Priok, Kamis, 28 April 2011.

Pelindo II melalui manajemen Jakarta Internasional Container Terminal (JICT) sedang melakukan pembicaraan dengan ahli waris terkait lahan itu. Diharapkan dalam waktu dekat sudah ada titik temu.

Pencarian solusi dilakukan karena pembangunan jalan untuk kepentingan masyarakat. Karenanya, ahli waris dan para jemaah pengajian dapat memberikan masukan terhadap persoalan ini.

"Sejarah Mbah Priok tidak akan hilang. Bisa saja dipindahkan dan dibuatkan petilasan baru seperti makam sebelumnya di Pulau Pondok Dayung, yang juga ada di dalam areal pelabuhan," tuturnya.

Posisi makam berada di depan pintu masuk, menuju dermaga terminal peti kemas. Solusi pemindahan dilakukan agar aktivitas di pelabuhan tidak terganggu. "Aktivitas pedagang kaki lima yang kerap menyemut menganggu kegiatan bongkar muat," ujarnya.
Kepala Satuan Kerja Tol Akses Tanjung Priok Bambang Nurhadi, juga sedang melakukan negosiasi terpadu. Bila masalah lahan sengketa ini dapat diselesaikan, rencana pengembangan jalan tol menuju pelabuhan dapat segera terlaksana.

Hanya Legenda
Sementara itu, JJ Rizal, sejarawan dari Universitas Indonesia mengatakan, kisah tentang Habib Hasan Al Haddad atau yang kini dikenal sebagai Mbah Priok tidaklah faktual. Sebab terlalu banyak cerita yang sukar ditemui bukti sejarahnya.

Menurutnya, sebagian besar cerita yang beredar di jamaah peziarah pada makam itu hanya mitos saja. Legenda mengenai tentang sepak terjang serta petualangan ajaib dan fantastik Mbah Priok, baik ketika masih hidup maupun setelah meninggal, tidak ditemukan. "Bahkan tidak jarang, antara satu cerita dengan cerita lainnya saling bertentangan," kata Rizal, dalam seminar tentang tradisi ziarah, Kamis 28 April 2011.

Rizal mengungkapkan, cerita yang beredar saat ini menyebutkan Habib Hasan Al Haddad lahir pada 1727, dan meninggal pada 1756. Namun kenyataannya, menurut Rizal, sang habib itu lahir pada 1874 dan meninggal 1927.

Anakronisme atau kekacauan dalam pengurutan tahun kelahiran dan kematian itu, menjadi unsur yang sangat meyakinkan, Habib Hasan Al Haddad dipaksakan menjadi “tokoh” penting yang ditransformasi sebagai kebenaran sejarah. "Padahal itu hanya pepesan kosong belaka, suatu kepalsuan data yang direkayasa," katanya.
Sebab itu, makam keramat Habib Hasan Al Haddad memiliki cerita sejarah yang dimanipulasi. "Dalam arti sejarah di sini, merupakan kerja kolaborasi si juru kunci dengan pengonsumsi alias para peziarah," katanya. Laporan: Arnes Ritonga| Jakarta

Pesawat Latih Jatuh di Lahan TNI AU, 2 Tewas


VIVAnews - Musibah kecelakaan pesawat terjadi di Yogyakarta, Kamis 28 April 2011. Dua pilot, Sertu Ninang dan Sersan Karbol Habibun Rahman tewas dalam kecelakaan pesawat dengan kode penerbangan G-611 itu.

"Lokasi pesawat jatuh di area lahan milik TNI AU yang saat ini tengah ditanami tebu. Pesawat jatuh di kawasan Berbah, Sleman, sekitar pukul 15.45 WIB," kata Gubernur Akademi Angkatan Udara (AAU) Marsda IB Putu Dunia saat dihubungi VIVAnews.com, Kamis malam.

Dia menjelaskan, pesawat nahas itu merupakan pesawat terbang layang yang ditarik pesawat bermesin atau jenis capung.
Dua jenazah saat ini telah dievakuasi ke RS AU Harjo Lukito, Yogyakarta. Sebelum dimakamkan, dua jenazah akan disemayamkan di Squadron Pendidikan (SKADIK) 101 pangkalan AAU Adi Sucipto. "Jajaran TNI AU kini tengah melakukan penyelidikan perihal penyebab jatuhnya pesawat," tambah dia.

Robert Tantular Kembali Disidang


VIVAnews - Mantan bos Bank Century Robert Tantular kembali menjalani persidangan. Kali ini, Robert didakwa terkait pemberian fasilitas kredit kepada PT Tirtamas Nusa Surya (TNS) terkait rekayasa penjualan agunan yang diambil alih (AYDA) dan ketidakhati-hatian dalam memberikan fasilitas letter of credit (L/C) kepada 10 debiturnya.

Atas dua kasus tersebut Robert didakwa dengan Pasal 50A subsidair Pasal 50 UU Nomor 7 Tahun 1992 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 10/1998 tentang Perbankan dengan ancaman pidana paling lama 15 tahun penjara.

"Melakukan atau tidak melakukan tindakan yang mengakibatkan bank tidak melaksanakan langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan ketaatan bank terhadap ketentuan dalam UU," kata jaksa penuntut umum T. Agam, saat membacakan dakwaannya, di Pengadilan Negeri Jakarta, Kamis, 28 April 2011.

Selain itu, dalam dakwaan subsidair Pasal 50 dinyatakan bahwa Robert selaku pihak terafiliasi dengan sengaja tidak melaksanakan langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan ketaatan bank terhadap UU.

Kasus fasilitas kredit dengan rekayasa AYDA terjadi saat Robert menawarkan AYDA milik Bank Century berupa 44 unit kavling tanah di Kelapa Gading Jakarta Utara kepada Yayasan Pendidikan BPK Penabur. Robert menggunakan PT Tirtamas Nusa Surya (TNS) selaku pihak yang diberi kuasa untuk mengelola dan menjual AYDA milik bank.

Selaku pembeli BPK penabur melakukan pembayaran bertahap kepada Direktur PT TNS Totok Kuntjoro. Namun, uang tersebut diserahkan kepada Robert. "Untuk menutupi pembukuan bank maka Robert menyuruh Linda Wangsadinata selaku KPO Senayan melalui Darso Wijaya selaku caretaker Kadiv Settlement Kredit Pelaporan Kredit (SKPK) untuk membuat pemberian fasilitas kredit kepada PT TNS sebesar Rp75 miliar," jelas Agam.
Kejadian ini terjadi pada Mei 2006 hingga Oktober 2008.

Menanggapi dakwaan itu, Robert Tantular mengaku heran dengan sikap jaksa penuntut umum yang mencicil kasusnya sedikit demi sedikit. Dia meminta agar proses hukum terhadap dirinya dilakukan secara cepat dan tidak dipisah-pisah.

"Padahal semua orang juga tahu, bahwa saya tidak kabur ke luar negeri. Saya balik ke Indonesia agar kasus ini diselesaikan," kilah Robert, usai sidang. 

MTI: DPR Lemahkan KPK Lewat Revisi UU

VIVAnews - Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI) menilai ada upaya-upaya pelemahan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Puncak upaya pelemahan secara sistematis ini menurut TII memuncak setelah KPK menahan 24 politisi yang terlibat dalam kasus suap cek pelawat senilai Rp24 miliar dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Miranda Swaray Goeltom.

"Ada indikasi upaya yang sistematis dilakukan DPR dengan menggunakan kewenangan yaitu hak menginisiasi legislasi sebagai upaya balas dendam DPR terhadap KPK," ujar peneliti Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI), Jamil Mubarok, di kantor MTI, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis, 28 April 2011.

Dalam kurun waktu berdirinya KPK, telah berhasil memproses hukum 48 anggota DPR RI. Namun, dikatakan Jamil, kondisinya memanas ketika 24 politisi yang terlibat dalam kasus suap cek pelawat dijebloskan ke penjara, termasuk politisi senior PDIP Panda Nababan dan politisi Partai Golkar Paskah Suzetta.

"Upaya pemandulan KPK itu dimulai sejak Sekretariat Gabungan (Setgab) Partai Koalisi menyepakati untuk membentuk lima kelompok kerja (Pokja) meliputi bidang politik, energi, pangan, hukum, dan pertahanan keamanan. Untuk Pokja hukum, salah satu isu krusial tentang merevisi UU KPK," ungkapnya.

Kemudian, adanya surat Nomor: PW01/0054/DPR-RI/1/2001 tanggal 24 Januari 2011, dari Wakil Ketua DPR-RI, Priyo Budi Santoso kepada Komisi III DPR-RI yang isinya meminta Komisi III DPR-RI untuk menyusun Draft NA dan RUU KPK juga menjadi hal lain yang menguatkan penilaian upaya pelemahan KPK oleh politisi senayan.

"Selain itu Revisi UU KPK dimasukan dalam daftar Prolegnas 2011 dengan cepat mengalahkan RUU-RUU yang sudah sejak lama belum dituntaskan seperti RUU JPSK, RUU KY, RUU Kejaksaan dan lain-lain," katanya.

MTI juga mengeluarkan data anggota DPR yang ditangkap KPK selama tiga tahun tahun terakhir. Data itu menunjukan PDIP dan Golkar menduduki urutan pertama dan kedua. "Kami tidak merangking mana yang paling banyak atau yang paling sedikit. Tapi kami ingin menunjukkan semua partai terlibat," terangnya.

Berikut data yang dilansir MTI mengenai jumlah anggota DPR yang telah ditangkap KPK.

15 orang dari FPDIP
13 orang dari Fraksi Partai Golkar
6 orang dari FPPP
2 orang dari FPAN
2 orang dari Fraksi Demokrat
1 orang dari FKB
1 orang dari FPBB
1 orang dari FPBR
1 orang dari mantan Fraksi TNI Polri

Bali Bukan Target, Teroris Incar Caltex-Exxon

VIVAnews - Bangsa Indonesia tak akan melupakan apa yang terjadi pada 12 Oktober 2002. Bom berdaya ledak tinggi mengguncang Bali, meluluhlantakkan Sari Club dan Paddy's Cafe. Korban tewas mencapai 202 orang. Serangan teror terbesar dalam sejarah Indonesia.

Namun, dokumen yang diungkapkan situs pembocor, WikiLeaks mengungkapkan, Kuta, Bali sebenarnya bukan target yang dimaksud dalam aksi teror 2002 itu.

Seperti dimuat Adelaide Now, WikiLeaks mengungkap, Jamaah Islamiyah sebenarnya merencanakan serangan ke operasional Caltex dan Exxon di Selat Malaka atau di sebuah tambang emas.

Namun, rencana itu dianggap terlalu sulit dan akhirnya Kuta lah yang jadi target. 

Dokumen WikiLeaks juga mengungkap, rencana teror 11 September 2001 juga mencakup pengeboman di atas sebuah kota di Asia Tenggara. Namun, diduga, bos Al Qaeda, Osama Bin Laden akhirnya membatasi skala serangan ke wilayah Amerika Serikat. Karena masalah logistik.

Sementara itu, Hambali, yang diyakini sebagai salah satu perencana Bom Bali mungkin tak akan diadili dalam kasus Bom Bali, yang juga serangan teror terburuk dalam sejarah Australia. Kepada The Australian, seorang pejabat senior AS mengungkap hal tersebut. Alasannya, kurang bukti.

Dalam dokumen rahasia setebal ratusan halaman terkait 800 tahanan asing di Penjara Guantanamo -yang dirilis WikiLeaks- berisi detail perjalanan Hambali, dari moderat ke ekstrimis. Laporan tersebut ditandatangani Admiral D.M. Thomas Jr pada Oktober 2008, lima tahun setelah penangkapan Hambali di Thailand pada 2003. Laporan itu dilengkapi dengan foto Hambali tampak yang kurus dan berjanggut.

Bali Gelar Ritual Ngaben Ulat Bulu


VIVAnews - Sembilan pralingga berjejer menghadap selatan. Di dalam wadah itu terdapat gambar ukiran ulat sebagai simbolisasi ulat bulu. Rangkaian doa-doa pun dialunkan untuk memanggil sembilan roh ulat di tepi Pantai Padang Galak Denpasar. Tidak lama kemudian, ulat itu diaben dan kemudian dilarung ke laut.

Itulah kilasan prosesi pembakaran atau pengabenan yang disebut upacara nyomnyaterhadap sembilan ulat bulu yang bertempat di monument PAN Am tepi Pantai Padanggalak Denpasar Timur, pada Kamis 28 April 2011 sore.

Hanya saja yang diaben bukanlah ulat sesungguhnya, namun sebuah simbol atau gambar mirip ulat bulu. Gusti Ngurah Mendra, selaku ketua pelaksana dalam upacara mengatakan, nyomnya dilakukan untuk mengharap berkah terkait keberadaan ulat bulu yang sempat meresahkan. “Tujuan dari upacara ini adalah agar ulat bulu yang sebelumnya mengganggu tidak ada lagi dan diganti dengan ulat yang bermanfaat seperti ulat sutra,” katanya ditemui di lokasi.

Menurutnya upacara yang kali pertama dilakukan untuk ulat bulu itu layaknya upacara pengabenan manusia, semua perlengkapan upacara yang ada di pengabenan manusian juga ada di pengabenan ulat tersebut.
Ide dasarnya, kata dia, berasal dari Persatuan Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat dan Bali, serta Majelis Utama Desa Pakraman (MUDP) Bali . Bukan hanya itu saja hal itu juga berdasarkan kaidah adat dan budaya agama yang sudah lama ada. “Dalam konsep Lontar Roga Sanghara Bhumi juga dijelaskan mengenai hal itu, apalagi ulat juga punya roh, makanya kita lakukan nyomnya,” terangnya.

Dalam pengabenan itu setidaknya ada sembilan bentuk (gambar) yang disimbolisasikan sebagai ulat. Nah sembilan ulat yang melambangkan sebagai sembilan arah mata angin itulah yang nantinya akan diaben untuk selanjutnya dilarung ke laut.
Upacara yang pertama, awalnya simbolisasi ulat-ulat yang belum ada rohnya itu disembahyangi. Setelah diupacarai, ke semibilan ulat yang mirip ulat bulu yang menempel di dalam pralingga ini kemudian ke tepi Pantai Padanggalak untuk dipanggil rohnya.
Usai ritual tersebut, ke sembilan ulat itu kemudian dibawa ke tempat semula untuk selanjutnya dibakar dan kemudian dilarung ke laut. Upacara ini berlangsung sekitar satu jam. Upacara itu kemudian dirangkai dengan upacara nangluk merana yang akan berlangsung pada tanggal 1 Mei mendatang.

Sekedar diketahui upacara mengaben binatang ini sejatinya sudah sempat dilakukan Desa Cemagi Mengwi, Badung. Hanya saja upacara yang dilakukan adalah mengaben bintang seperti tikus. Ritual ini dikenal sebagai upacara ‘Mirateka Marana Tikus’. Kegiatan ini dilakukan untuk mengusir hama tikus di area persawahan petani.
Ritual itu hanya dilaksanakan setiap 10 tahun sekali dan sudah berlangsung sejak berabad-abad yang lalu. Upacara mengaben tikus, juga diikuti di beberapa daerah lain yang kebanyakan penghasil beras terbesar di Bali seperti Tabanan dan Badung. Laporan Bobby Andalan | Bali

Rabu, 27 April 2011

Menyibak Polemik Pergantian Amari


Jaksa Agung Hendarman Supandji saat lantik M Amari
sebagai JAM Tindak Pidana Khusus (Antara/ Yudhi Mahatma)

VIVAnews - Jaksa Agung Basrief Arief menggeser posisi M Amari sebagai Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus). Posisinya digantikan oleh sekretarisnya, Andi Nirwanto. Kini Amari menduduki posisi baru sebagai hanya staf ahli Jaksa Agung.

Sejumlah kalangan menilai pencopotan Amari menimbulkan kontroversi. Karena masa jabatannya yang kurang dari satu tahun. Meski pergantian adalah dianggap wajar, namun polemik tetap saja muncul.

Amari dilantik menjadi Jampidsus pada 27 Mei 2010. Dia menggantikan Marwan Effendy. Saat duduk sebagai Jampidsus, kejaksaan tidak pernah sepi kasus. Seperti kasus komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi, Bibit Samad Riyanto dan Chandra M Hamzah, hingga kasus yang tidak pernah selesai yakni Sistem Administrasi Badan Hukum. 

Pada kasus Bibit-Chandra, Amari pada 25 Oktober 2010, tanpa sepengetahuan Plt Jaksa Agung saat itu Darmono 'mencuri start' dengan lebih dulu mengumumkan deponeering. Namun, lima jam kemudian, Darmono menganulir pernyataan Amari dengan menyatakan Kejagung belum bersikap apakah akan mendeponir atau melanjutkan ke pengadilan kasus Bibit–Chandra.

Saat itu, Darmono menyatakan sikap kejaksaan baru diputuskan sepekan setelah tim evaluasi mengkaji putusan MA atas perkara Bibit-Chandra. Banyak yang berpendapat, "plin-plannya" Kejagung karena adanya persaingan dan disharmoni antar elit di Kejagung untuk memperebutkan posisi Jaksa Agung.

"Bisa saja terjadi seperti itu. Ibarat api dalam sekam. Harus jujur kepada publik, ada apa yang sebenarnya," kata Anggota Komisi III DPR, Nasir Djamil, saat dihubungi. 

Selain itu, Amari juga paling keras menuntaskan kasus korupsi Sisminbakum dengan tersangka Yusril Ihza Mahendra dan Hartono Tanoesoedibjo. Polemik merebak, mengingat kasasi Mahkamah Agung dengan jelas menyatakan membebaskan mantan Dirjen AHU Kementerian Hukum dan HAM Romli Atmasasmita dalam kasus ini.

Kuasa hukum Yusril Ihza Mahendra menyebut sosok Amari keras kepala dan sering mendahului pernyataan Jaksa Agung. "Amari memang biasa mengeluarkan pernyataan dengan berbagai alasan, padahal dia belum mengkaji dengan seksama hasil putusan kasasi MA. Ia sering mendahului Pak Basrief. Amari hanya mencari-cari kesalahan Yusril, dengan argumen yang tidak logis," kata Jamaluddin Karim, penasehat hukum Yusril.

Itulah sebabnya, Desmon J Mahesa dari Komisi III, menganggap Amari menggunakan kasus Sisminbakum untuk mendongkrak popularitasnya dalam pencalonan Jaksa Agung. Jampidsus juga dinilai bersikap pilih-pilih dalam penanganan kasus korupsi. "Saya kira asumsi saya dan masyarakat sudah sangat jelas, terlihat Amari menggunakan kasus-kasus yang ditangani sebagai tunggangan untuk menaikkan popularitasnya," kata anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Gerindra, Desmond J Mahesa.

Namun Jaksa Agung menyatakan pergeseran Amari ini adalah hal yang biasa. Tidak terkait dengan persoalan apapun di kejaksaan. "Karena jabatan itu tidak ada yang langgeng, jabatan itu tidak ada yang abadi, jabatan itu bukan milik kita, itu amanah itu bisa diambil kapan pun, termasuk saya sendiri," kata Basrief.

Yang terpenting, kata dia niat untuk memperbaiki kejaksaan di masa depan. Baik masalah proses pertumbuhan birokrasi, maupun dalam penanganan perkara.

Hakim Tolak Eksepsi Paskah Suzetta

Paskah Suzetta 

VIVAnews - Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) menolak eksepsi terdakwa kasus suap pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Paskah Suzetta.

"Menyatakan surat dakwaan penuntut umum sah menurut hukum," kata Ketua Majelis Hakim, Soediya, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu 27 April 2011.

Majelis Hakim menilai dakwaan jaksa penuntut umum sudah dirumuskan secara cermat, jelas dan lengkap. Oleh karena itu majelis. hakim meminta jaksa penuntut untuk segera mempersiapkan saksi-saksi. "Surat dakwaan telah dirumuskan secara cermat dan lengkap," kata Soediya di akhir persidangan.

Usai majelis membaca putusan sela Paskah mengapresiasi putusan hakim, meski begitu dirinya kembali meminta meminta agar siapa pun yang disebut-sebut ikut terlibat dalam kasus ini, harus ikut bertanggung jawab.

"Secara terbuka, kalau memang saya dianggap bersalah, saya bersedia menerima hukuman," ujar Paskah sesaat sebelum sidang berakhir.

Paskah disidangkan dengan keempat terdakwa lainnya, diantaranya  Ahmad Hafiz Zawawi, Martin Bria Seran, Boby Suhardiman, dan Anthony Zedra Abidin. Atas kesepakatan Majelis Hakim
Sedianya akan melanjutkan sidang pada Senin 2 Mei 2011 mendatang dengan agenda pemeriksaan saksi.

Chatib Basri Jadi Direktur Axiata Group

Chatib Basri (flickr.com)

VIVAnews - Axiata Group Berhad mengumumkan pengangkatan Chatib Basri sebagai direktur baru di jajaran manajemen perusahaan telekomunikasi milik Malaysia tersebut. Chatib akan menempati jabatan sebagai Noneksekutif Direktur Independen. 


Chatib selama ini dikenal sebagai dosen Fakultas Ekonomi UI, serta menjadi Direktur di Lembaga Penyelidikan Ekonomi Masyarakat UI. 

"Pengangkatan ini adalah bagian dari upaya Axiata untuk memperkuat sekaligus memastikan keanekaragaman di jajaran manajemen," Chairman Axiata, Tan Sri Dato Azman Hj Mochtar dalam keterangan pers yang diterima VIVAnews, Rabu, 24 November 2010.

Chatib memperoleh gelar PhD bidang ekonomi dari Universitas Nasional Australia, merupakan salah satu ekonom Indonesia yang menonjol dalam 20 tahun terakhir. 

Dia juga menempati sejumlah posisi penting, seperti Wakil Ketua dari Komite Ekonomi Nasional di bawah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, anggota Badan Penasehat Kawasan Asia Pasifik IMF serta konsultan Bank Dunia. 

Chatib juga berpengalaman di sejumlah perusahaan, sebagai Komisaris Independen di PT Astra International, salah satu konglomerasi terkemuka di Indonesia, serta menjadi anggota Dewan Penasehat Toyota Motor Corporation. 

"Kami senang dengan kehadiran Pak Chatib, ini akan membawa pengalamannya di perdagangan dan makroekonomi internasional yang tidak hanya di kawasan Asia, melainkan juga global," kata Mochtar. Dia berharap kapasitas dan pengalamannya sangat penting bagi Direksi Axiata, untuk menjadi pemain utama di kawasan regional.

Selasa, 26 April 2011

Tersangka Bom di Hotel Pakistan, Ternyata Agen Inggris

REPUBLIKA.CO.ID, Operasi Al-Qaeda yang melakukan pemboman terhadap gereja dan hotel mewah di Pakistan pada 2002 lalu ternyata bekerja sebagai agen intelijen di Inggris pada waktu yang bersamaan, menurut laporan WikiLeaks. Klaim tentang Adil Hadi al Jazairi Bin Hamlili merupakan laporan rahasia yang dipaparkan WikiLeaks yang mengutip militer Amerika Serikat di Penjara Guantanamo Bay, Kuba.

Warga Aljazair itu yang dibekuk di Pakistan pada 2003 lalu, seperti terlihat dari hasil interogasi sebagai "fasilitator, kurir, penculi dan pembunuh dari Al-Qaeda. Tetapi warga AS meyakini bahwa ia telah "menyembunyikan informasi penting dari Dinas Intelijen Rahasia Kanada dan Dinas Intelijen Rahasia Inggris... dan (adalah) menjadi ancaman bagi AS dan personel sekutu di Afghanistan dan Pakistan."

File yang disampaikan The Guardian dan Daily Telegraph oleh website WikiLeaks, juga mengindikasikan bahwa setidaknya 35 teroris telah ditahan di Guantanamo Bay ketika akan berperang melawan Barat setelah menjadi radikal oleh pengkotbah ekstrimis di Inggris. Abu Qatada dan Abu Hamza yang teridentifikasi dalam dokument tersebut sebagai perekrut utama yang paling bertanggung jawab untuk mengirimkan beberapa ekstrimis dari seluruh dunia ke Pakistan dan Afghanistan melalui masjid di London.

Hal ini juga seperti yang dicurigai AS terhadap BBC yang dinilainya sebagai "jaringan media propaganda mungkin" dengan Al-Qaeda setelah nomor telepon untuk Layanan Dunia ditemukan dalam kepemilikan beberapa tersangka teroris. Namun juru bicara perusahaan mengatakan: "Kemerdekaan dan ketidakberpihakan berada di jantung dari semua keluaran BBC World Service."

"Layanan ini telah mewawancarai wakil dari organisasi dari semua pihak yang terlibat dalam konflik Afghanistan. Sehingga tidak mengherankan bahwa angka tersebut diyakini terkait dengan layanan Pashto BBC di sirkulasi."